Anda pasti kesal banget, kalo pas berkendara n di depan anda ada mobil buntut yang nyemprotin asap tebal, ugal-ugalan n banyak melakukan pelanggaran, ya khan? Tapi kenapa anda tetap di belakang? Padahal dengan mengendarai mobil mulus tanpa cacat, anda tetap taat peraturan, tidak mengganggu ketenangan orang lain dan banyak hal yang bisa memberikan anda posisi sebagai yang paling berhak berada di jalan itu. tapi nyatanya anda yang paling terbelakang dan terhalangi.
Hmm... sepertinya anda telah menjadi gajah besar yang mati kutu, dipecundangi gertakan monyet kecil yang nakal.
Bait di atas hanya secuil barisan kata yang menggambarkan keadaan umat Islam akhir zaman ini. Dalam dunia teknologi, kesehatan dan dakwah kita terlalu terbelakang dan seakan kekurangan peminat. Keadaan seakan berbalik 180% dari prestasi-prestasi gemilang yang dilahirkan oleh Rasulullah dan masa-masa emas setelahnya. Ya, orang-orang kafir telah merampas ilmu kesehatan dari Ibnu Sina, eksakta dari Al Jabar dan rentetan ilmu lainnya dari buah-buah kilau kaum muslimin. Lalu membuat kita mengekor di belakangnya seakan merekalah yang paling berhak. Kita gemas, marah dan ingin merebut kembali kejayaan yang terampas itu dengan berbagai daya dan upaya. Tapi, mereka hanya menganggap kita sebagai Tom si kucing garang yang tak pernah berhasil mencelakain si tikus kecil Jerry.
Bukan saudaraku, bukan... Ini bukanlah bendera putih yang kukibarkan setelah gagal dan gagal membebaskan panji keluar dari medan perang. sama sekali bukan. Ini hanyalah setitik upaya untuk membangunkan Sulaiman-Sulaiman generasi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang merajai dunia dan isinya. Karena aku tahu, masa itu pasti ada. Masa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Masa gemilang yang pasti akan kembali. Di bawah panji yang satu, komando yang satu dan tujuan yang satu.
Mulailah zaman itu dengan menghembuskan angin lembut Islam yang akan merayu hati-hati yang kalut. Bergeraklah dengan menyebarkan kegagahan agamamu, yang akan meruntuhkan hati-hati yang angkuh. Berjalanlah dengan ilmu, amal, dakwah dan kesabaran. Lalu saksikanlah kemenangan yang anda raih.
Singkirkan mobil tua yang mengganggu dan telah menghianati ketulusan nenek moyangmu yang luhur. Rampas kembali milikmu saudaraku. Hikmah adalah sesuatu yang hilang dari kaum muslimin. Maka, dimanapun ia mendapatkannya, ia lebih berhak atasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar