Ahlan wa sahlan

assalamu alaikum bagi anda saudaraku yang menyempatkan diri bersua dengan buah penaku. Semoga anda mendapatkan manfaat dan sudi berbagi pengalaman dan ilmu dengan ana

Jumat, 24 April 2009

Al Qur'an, Syair atau Sihir

Masih ingatkah anda dengan film FITNA? Film kontroversial yang didarap oleh Geert Wilders, penganut katolik yang menetapkan Negara Israel sebagai tempat wisata faforitnya dan petinggi bangsa keturunan monyet tersebut sebagai "teman mesranya". Di dalam filmnya, Wilders menggambarkan Al Qur'an sebagai buku yang dipenuhi warna kekejaman dan terorisme. Lalu, ia menutup filmnya dengan ungkapan "Hentikan Islamisasi Eropa".

Kemaha besaran Allah telah membalikkan cita-cita tertinggi dibalik film tersebut. Dua hari setelah perilisannya melalui internet, omset penjualan mushaf Al Qur'an dan terjemahannya meningkat pesat diluar dugaan. Buku-buku Islam diberbagai perpustakaan mendapat sambutan yang luar biasa. Sejumlah orang pun satu persatu memeluk Islam. Keajaiban Al Qur'an seakan menundukkan hati dan keangkuhan mereka, kecuali yang tidak mendapat rahmat dari Allah.

Mungkinkah hal ini karena 'tersihir' atau terhanyut oleh 'syair' dalam kitab yang mulia tersebut? Benarkah Al Qur'an itu tak lain hanyalah sihir yang mempengaruhi atau syair yang menghanyutkan seperti ungkapan orang-orang jahiliyah pada zaman RAsulullah shallallau 'Alaihi wa Sallam?

Pada suatu hari, seorang pemuka Quraisy yang juga merupakan ahli sihir dan syair, Utbah bin Rabiah, mendatangi Rasulullah Shallallau 'Alaihi wa Sallam, lalu berkata : "Wahai ponakanku, engkau tahu bahwa kamu berasal dari nasab kami, lalu engkau datang dengan suatu urusan yang mencerai beraikan jamaah kami. Maka dengarlah , aku datang dengan urusan yang semoga engkau mau menerimanya …apabila engaku mau meninggalkan agamamu dengan harta, maka kami akan mengumpulkan harta kami untukmu dan engkau akan menjadi orang terkaya diantara kami, bila kau menginginkan kerajaan, akan kami jadikan kamu raja kami. Setelah Utbah selesai dengan semua rayuan dan hujjahnya, Rasulullah pun membacakan untuknya surah al Fusshilat ayat 1 – 4. maka Utbah pun menjadi lemah setelah mendengarnya. Iapun segera kembali ke kaumnya dengan keyakinan akan kebenaran Islam dan keagungan Rasulullah serta kekuatan Al Qur'an. Maka kaum Quraisy pun berkata dengan penuh kemarahan : "Muhammad telah menyihirmu wahai Abu Walid!" Tapi ia tahu, susunan kalimat agung itu bukanlah sihir karena ia sendiri ahli sihir, bukan pula syair karea ia lebih tahu tentang syair. Simaklah firman Allah berikut:

Artinya : " Sesungguhnya (Al Qur'an) benar-benar wahyu yang diturunkan pada Rasul yang mulia. Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seoran penyair, sedikit sekali kamu memperhatikannya. Dan bikan pula perkataan tukang tenung, sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya. Ia (Al Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dara Tuhan semesta alam. Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) kami. Pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian kami potong pembuluh jantungnya. Maka tidak seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya). Dan sungguh Al Qur'an itu benar-benar perkataan bagi orang yang bertaqwa. (QS. Al Haqqah : 40-48)

Al Qur'an adalah mu'jizat Islam yang kekal, diturunkan pada makhluk termulia Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam utnuk menyingkap kegelapan jahiliah dan menghadirkan cahaya terang benderang. Al Qur'an adalah aturan hidup lengkap yang tidak mempinyai cacat sedikitpun, tidak memerlukan suntingan, tambahan, pengurangan. Tidak tercampur sedikitpun dengan rekayasa makhluk. Memberikan pengaruh besar, tapi bukan sihir. Menghanyutkan, tapi bukan syair.

Hanya hati keras yang penuh kesombongan dan tidak mendapatkan rahmat dari Tuhannya yang bersikukuh dalam kegelapan setelah diturunkan al Quran. Walaupun hati mereka tidak bisa mendapatkan bantahan akan kebenarannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: " Dan mereka mengingkarinya karena kdzoliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini kebenarannya. (QS. An Naml : 14)

Al Qur'an, bentuk komunikasi terbaik yang pernah ada dan akan tetap ada. Yang telah meruntukan hati keras Umar bin Khattab, Raja Najasyi dan lainnya. Dengannya pula bersatulah kaum 'Aus dan Khadzraj dan seluas tanah Islam lainnya. Dijadikan lambang dalam kehidupan dan akhlak para sahabat, generasi emas umat ini. Lantas, masikah al Qur'an itu adalah hidup kaum muslimin kini? Sumber inspirasi yang melahirkan ilmuwan-ilmuan muslim?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar