Rabu, 29 April 2009
BIMBANG
Pilu dalam lembab
MAju pun terjerembab
Kaku tundukkan adab
Pada siapa alirkan keluh
Semua bersorak riuh
Tiada mampu kutarik jauh
Semula akalku runtuh
PAda hatiku yang menanti
Tiada kutahu pasti
Hingga tiba masaku mati
Bumerang Dendam
Dendam hanya akan hancurkan cinta dan citaku
sedang jadi pelajaran ajan lebih baik dan membesarkan
karena, pengalaman adalah guru besar yang tidak diraih dari pelajaran, tapi perjalanan
Kagum
dan ia kilau
tertutupi keterbukaan
tiada disadari
semakin apik ia tertinggal
dari kedap-kedip tak semisalnya
Hingga teradu masa
dua sisi jadi satu
Sarikat Hidupku
Bermandi peluh
Perahu kukayuh
Menujui engkau dan berlabuh
Hingga masa runtuh
Dan itu tetap utuh
Pesan di Balik Kubur
saat ku terpasung tak mampu buat apa-apa
dengan tangis dan sedih raunganmu
lepaskan aku dengan tetesan kasih
bila cinta itu nyata
31 maret 2009
Bukan sesal yang menyakitkan, tapi waktu yang tersiakan
BUAH USAHA
menghasut hati yang panar
mengemis setitik sinar
bila ia terpancar??
Dalam gemul kusutnya tikar
Hati yang beku
miskin layaman ilmu
kerasnya bagai batu
tak surut dalam beradu
tiada rasa malu
uuggh
angkuh menuai cemar
berenang dirawa khabar
desas desus mengalir kasar
seakan, tiada guna meniti umur
Minggu, 26 April 2009
PESAN AKHIR
Semoga semua keburukanku telah diampuninya
Hingga tak ada beban yang mencelakaiku
Dan manusia yang ku kenal ataupun tidak
melapangkan dada untukku
Dan kesombongan
Serta lidah kecil yang melalaikan
Kuharap tiada tersisa darinya kecuali kebaikan
Yang mengangkatku tinggi pada derajat
yang paling dicintai Allah
Adapun yang kutinggalkan
Dari isteri
dan yang dihasilkan dari apa yang keluar dari sulbiku
akan mampu membersihkan
Tiap noda yang tersisa
Jumat, 24 April 2009
Al Qur'an, Syair atau Sihir
Masih ingatkah anda dengan film FITNA? Film kontroversial yang didarap oleh Geert Wilders, penganut katolik yang menetapkan Negara
Kemaha besaran Allah telah membalikkan cita-cita tertinggi dibalik film tersebut. Dua hari setelah perilisannya melalui internet, omset penjualan mushaf Al Qur'an dan terjemahannya meningkat pesat diluar dugaan. Buku-buku Islam diberbagai perpustakaan mendapat sambutan yang luar biasa. Sejumlah orang pun satu persatu memeluk Islam. Keajaiban Al Qur'an seakan menundukkan hati dan keangkuhan mereka, kecuali yang tidak mendapat rahmat dari Allah.
Mungkinkah hal ini karena 'tersihir' atau terhanyut oleh 'syair' dalam kitab yang mulia tersebut? Benarkah Al Qur'an itu tak lain hanyalah sihir yang mempengaruhi atau syair yang menghanyutkan seperti ungkapan orang-orang jahiliyah pada zaman RAsulullah shallallau 'Alaihi wa Sallam?
Pada suatu hari, seorang pemuka Quraisy yang juga merupakan ahli sihir dan syair, Utbah bin Rabiah, mendatangi Rasulullah Shallallau 'Alaihi wa Sallam, lalu berkata : "Wahai ponakanku, engkau tahu bahwa kamu berasal dari nasab kami, lalu engkau datang dengan suatu urusan yang mencerai beraikan jamaah kami. Maka dengarlah , aku datang dengan urusan yang semoga engkau mau menerimanya …apabila engaku mau meninggalkan agamamu dengan harta, maka kami akan mengumpulkan harta kami untukmu dan engkau akan menjadi orang terkaya diantara kami, bila kau menginginkan kerajaan, akan kami jadikan kamu raja kami. Setelah Utbah selesai dengan semua rayuan dan hujjahnya, Rasulullah pun membacakan untuknya surah al Fusshilat ayat 1 – 4. maka Utbah pun menjadi lemah setelah mendengarnya. Iapun segera kembali ke kaumnya dengan keyakinan akan kebenaran Islam dan keagungan Rasulullah serta kekuatan Al Qur'an. Maka kaum Quraisy pun berkata dengan penuh kemarahan : "Muhammad telah menyihirmu wahai Abu Walid!" Tapi ia tahu, susunan kalimat agung itu bukanlah sihir karena ia sendiri ahli sihir, bukan pula syair karea ia lebih tahu tentang syair. Simaklah firman Allah berikut:
Artinya : " Sesungguhnya (Al Qur'an) benar-benar wahyu yang diturunkan pada Rasul yang mulia. Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seoran penyair, sedikit sekali kamu memperhatikannya. Dan bikan pula perkataan tukang tenung, sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya. Ia (Al Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dara Tuhan semesta alam. Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) kami. Pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian kami potong pembuluh jantungnya. Maka tidak seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya). Dan sungguh Al Qur'an itu benar-benar perkataan bagi orang yang bertaqwa. (QS. Al Haqqah : 40-48)
Al Qur'an adalah mu'jizat Islam yang kekal, diturunkan pada makhluk termulia Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam utnuk menyingkap kegelapan jahiliah dan menghadirkan cahaya terang benderang. Al Qur'an adalah aturan hidup lengkap yang tidak mempinyai cacat sedikitpun, tidak memerlukan suntingan, tambahan, pengurangan. Tidak tercampur sedikitpun dengan rekayasa makhluk. Memberikan pengaruh besar, tapi bukan sihir. Menghanyutkan, tapi bukan syair.
Hanya hati keras yang penuh kesombongan dan tidak mendapatkan rahmat dari Tuhannya yang bersikukuh dalam kegelapan setelah diturunkan al Quran. Walaupun hati mereka tidak bisa mendapatkan bantahan akan kebenarannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: " Dan mereka mengingkarinya karena kdzoliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini kebenarannya. (QS. An Naml : 14)
Al Qur'an, bentuk komunikasi terbaik yang pernah ada dan akan tetap ada. Yang telah meruntukan hati keras Umar bin Khattab, Raja Najasyi dan lainnya. Dengannya pula bersatulah kaum 'Aus dan Khadzraj dan seluas tanah Islam lainnya. Dijadikan lambang dalam kehidupan dan akhlak para sahabat, generasi emas umat ini. Lantas, masikah al Qur'an itu adalah hidup kaum muslimin kini? Sumber inspirasi yang melahirkan ilmuwan-ilmuan muslim?
Sabtu, 18 April 2009
Mobil Buntut yang Mesti Nyingkir
Hmm... sepertinya anda telah menjadi gajah besar yang mati kutu, dipecundangi gertakan monyet kecil yang nakal.
Bait di atas hanya secuil barisan kata yang menggambarkan keadaan umat Islam akhir zaman ini. Dalam dunia teknologi, kesehatan dan dakwah kita terlalu terbelakang dan seakan kekurangan peminat. Keadaan seakan berbalik 180% dari prestasi-prestasi gemilang yang dilahirkan oleh Rasulullah dan masa-masa emas setelahnya. Ya, orang-orang kafir telah merampas ilmu kesehatan dari Ibnu Sina, eksakta dari Al Jabar dan rentetan ilmu lainnya dari buah-buah kilau kaum muslimin. Lalu membuat kita mengekor di belakangnya seakan merekalah yang paling berhak. Kita gemas, marah dan ingin merebut kembali kejayaan yang terampas itu dengan berbagai daya dan upaya. Tapi, mereka hanya menganggap kita sebagai Tom si kucing garang yang tak pernah berhasil mencelakain si tikus kecil Jerry.
Bukan saudaraku, bukan... Ini bukanlah bendera putih yang kukibarkan setelah gagal dan gagal membebaskan panji keluar dari medan perang. sama sekali bukan. Ini hanyalah setitik upaya untuk membangunkan Sulaiman-Sulaiman generasi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang merajai dunia dan isinya. Karena aku tahu, masa itu pasti ada. Masa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Masa gemilang yang pasti akan kembali. Di bawah panji yang satu, komando yang satu dan tujuan yang satu.
Mulailah zaman itu dengan menghembuskan angin lembut Islam yang akan merayu hati-hati yang kalut. Bergeraklah dengan menyebarkan kegagahan agamamu, yang akan meruntuhkan hati-hati yang angkuh. Berjalanlah dengan ilmu, amal, dakwah dan kesabaran. Lalu saksikanlah kemenangan yang anda raih.
Singkirkan mobil tua yang mengganggu dan telah menghianati ketulusan nenek moyangmu yang luhur. Rampas kembali milikmu saudaraku. Hikmah adalah sesuatu yang hilang dari kaum muslimin. Maka, dimanapun ia mendapatkannya, ia lebih berhak atasnya.
Jumat, 17 April 2009
Jari Nunjuk ke Mana Mas???
Nah, ane mau nulis dikit nih tentang hal yang ga' asing bagi para penuntut ilmu n aktifis-aktifis Islam. Terkadang satu kelompok atau organisasi nyerang organisasi muslim yang lain. Wah, parah khan? Apa kata dunia? WAlaupun Rasulullah pernah meramalkan tentang bakal pecahnya ummat beliau menjadi 73 golongan, yang 72 masuk neraka dan satu yang masuk syurga, yaitu orang-orang yang berada di atas jalan yang beliau tempuh dan para sahabatnya. tapi, hal ini tetap sangat memprihatinkan bagi kita semua. Iya khan??? Soalnye, banyak hal-hal yang sebenarnya ga perlu memakakan terlalu banyak waktu 'n tenagauntuk diperselisihkan, tapi malah jadi kobaran api yang sangat panas dan menyisakan arang-arang dendam yang setiap saat bisa kembali berkobar, bila tertiup sedikit angin panas. Katenye sih, hal ini bermula sejak perang teluk berakhir. But, itu kan cuma qila wa qaala. Boleh percaya, boleh ga'.
dengan keterbatasan ilmu ane, sangat berat dorongan dari hati untuk sedikit menorehkan contrengan dari secuil pengalaman. setelah membaca beberapa buku, majalah 'n nanya-nanya ame ustadz perihal kemelit ini. Semoga ada yang bisa ngambil manfaat atau memberikan sedikit ilmu bagi ane melalui kritikan 'N saran, ok!
Nuduh orang sebagai mubtadi' (pelaku bid'ah); fasiq; n kafir, bukanlah hal yang sepele dalam agama yang mulia ini. Apalagi bila itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai kapasitas keulamaan, apalagi orang-orang yang baru sekali-dua kali ikut kajian. Bakal makin rumit urusan ini. Apalagi kaau yang ditunjuk sebagai pelaku kehinaan itu belum mereka kenal dengan baik atau ia memiliki kapasitas ilmu yang lebih baik, sehinga perbuatannya didasarkan pada apa yang ia ketahui dari satu-satunya agama yang diridhoi Allah ini.
Terus waktu berebut jarak
Dan mereka lewatkan kata-kata
tentang jauh yang tak tersentuh mata
hingga jadi biasa saja
Kekerdilannya hendak hakimi semesta
Bukan tiada timbag goresan tinta
Untuk merdeka ku masih punya cinta
Bila seorang berkeyakinan, mengatakan atau melakukan satu bentuk kekufuran yang dapat mengeluarkan dari millah, seperti mengingkari satu kewajiban atau perkara yang sudah disepakati dan sangat jelas dalam agama, tanpa adanya perselisihan di dalamnya, menghina Allah atau menghina Islam, maka terlebih dahulu keadaan orang tersebut harus diperjelas. Apakah orang-orang tersebut telah memenuhi syarat-syarat kekafiran, seperti; apakah pelakunya tahu bahwa perkataan atau perbuatan yang dilakukannya diharamkan dan merupakan satu bentuk kekafiran; sengaja melakukan hal tersebut; atau tidak ada paksaan dari pihak lain atas dirinya dalam melakukan hal tersebut; serta tidak adanya syubhat. Juga harus gugur penghalang-penghalangnya dari kekafiran, seperti ketidak tahuan atau tidak sadar , sehingga orang tersebut melakukannya; ditegakkannya hujjah; Terdapat kesalahan dalam menta'wil, yaitu melakukannya dengan anggapan bahwa hal tersebut disyari'atkan dan disukai oleh Allah atau dibolehkan dengan berdasarkan dalil yang dianggapnya benar, juga kesalahan dalam berijtihad. Karena penghalang inilah sehingga para sahabat tidak mengkafirkan kaum khawarij yang memberontak pada kekhalifahan Ali Radhiallahu 'Anhu, karena mereka menganggap hal itulah yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
MAka seorang muslim yang terjatuh dalam beberapa bentuk perbuatan atau perkataan kufur atau menurut syariat dapat mengeluarkannya dari agama, atau menurut Ahlul 'Ilmi " baragsiapa yang melakukannya, maka sungguh telah kafir", tidak serta merta dapat ditunjuk kafir. meski salah satu syaratnya tidak tercukupi atau ada satu penghalang yang belum gugur.
Sama halnya dengan hukum potong tangan bagi orang yang mencuri, telah jelas hukumnya di dalam Al Qur'an Surah Al Maidah:38 yang artinya : "Dan pencuri (laki-laki) dan pencuri (wanita) potonglah tangan keduanya. Tapi, bila syarat dan penghalangnya belum lengkap, tunggu dulu!!! Diantaranya, pencuri itu harus udah balig, berakal, mengambil barang curian dari tempat penyimpanannya, harta yang dicuri mencapai qadar pemotongan tangan 'n ga adanya syubhat. baru bisa di potong. Itu pun ga boleh sembarangan orang yang motong.
Nah, udah tahu kan? Tapi, kalo ente pernah kena musibah kaya' gini, jangan langsung naik pitam dulu, truss langsung labrak orangnya. Tunggu dulu.... Introspeksi, mungkin aja kita memang salah. kalo iya, diperbaiki. kalo nggak, sabar 'n sampaiin ke mereka, kalau kita bisa nyapein dengan bahasa yang baik. Ok!