Ahlan wa sahlan

assalamu alaikum bagi anda saudaraku yang menyempatkan diri bersua dengan buah penaku. Semoga anda mendapatkan manfaat dan sudi berbagi pengalaman dan ilmu dengan ana

Kamis, 04 Juni 2009

ADAB BERTETANGGA


Berseberangan penapat, berselisih, bertengkar dan tidak saling sapa dengan tetangga seakan  menjadi hal lumrah, tidak perlu ditanggapi serius. Bahkan, yang lebih berbahaya, hal-hal tersebut telah menjadi kebudayaan dan sulit terpisahkan dari kehidupan masyarakat muslim kini. Seperti inikah gambaran kasih sayang yang diajarkan agama yang penuh rahmat ini? apakŲ“h hal seperti ini yang juga menjadi pilihan dan pengisi waktu luang anda??


Islam telah meletakkan tingginya tempat tetangga dari tetangganya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Ł…Ų§ Ų²Ų§Ł„ Ų¬ŲØŲ±ŁŠŁ„ ŁŠŁˆŲµŁŠŁ†ŁŠ بالجار ختى ظننت انه سيورِثه"
artinya : "JIbril senantiasa terus mewasiatkan kepadaku tentang hak tetanggahingga aku mengira tetangga akan mendapat bagian dari hak waris" (Muttafaq 'Alaihi)

Pada zaman Dahulu, orang-orang berkata "Tetangga dulu baru rumah", maksudnya adalah memilih tetangga yang baik, lebih utama dan lebih penting dari dari memilih rumah tempat tinggal. Hal tersebut dikarenakan setiap orang akan berada di rumahnya dan bergaul dengan orang sekitarnya lebih banyak daripada keluar atau beraktifitas di tempat lain. Sehingga, selayaknyalah memilih tetangga yang baik dan bertaqwa agar ia bisa hidup tenang dan tentram di dekat mereka, dapat menolongnya dalam kebaikan. RasuLuLlah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang terbaik perlakuan dan pergaulannya dengan tetangganya" (HR. Tirmidzi)

Mengingat betapa pentingnya urusan bertetangga ini, selayaknyalah setiap muslim memenuhi hak-hak tetangga dan bergaul dengan cara yang baik dengan mereka. Allah subhanahu wa ta'aa berfirman:
Artinya "Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetanga jauh ...". (QS An Nisa: 36)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik pada tetangganya". (HR Imam Muslim)

Tetangga mempunyai hak yang sangat besar, Diantaranya:

1. Seorang muslim terhadap musim lain mempunyai hak-hak, menunaikannya dengan baik, menolongnya bila ia meminta bantuan, menjenguknya berulang kali bila ia sakit, memberikan selamat bila ia senang, menghiburnya ketika tertimpa musibah dan menolongnya bila ia membutuhkan bantuan.

2. Mengucapkan salam padanya bila bertemu, melembutkan perkatan, memberikan petunjuk dan nasihat kepada kebenaran.

3. Tidak memberikan gangguan dalam bentuk apapun, tidak mempersempitnya dengan banguan atau jalan, tidak meletakkan kotoran di halaman dan sekitar pekarangannya, tidak menimbulkan kegaduhan dan tidak pula menyebarkan aibnya dengan gosip atau yang lainnya. Rasulullah pernah bersabda :
" Demi Allah ia tidak beriman, demi Allah ia tidak beriman, demi Allah ia tidak beriman". Sahabat bertanya : "Siapa ya RAsulullah?" Beliau bersabda : "Orang yang tetangganya tidak selamat dari kejahatan dan gangguannya." (Muttafaq Alalih)
Sabda beliau yang lain : " Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia mengganggu tetangganya." (Muttafaq 'alaihi)

4. Memaafkan kesalahannya

5. Memuliakan tetangganya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. (Muttafaq alaih)

Dan kita tutup dengan pertanyaan salah seorang sahabat kepada Rasulullah : "Ya RAsulullah, sesungguhnya si fulanah banyak melakukan shalat, puasa dan shadaqah, tapi ia tetap mengganggu tetangganya. Beliau bersabda: " Dia di neraka". (HR Ahmad dan Hakim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar