Benalu merambat pohon kenari,,
Dinda berpantun mengundang cari,,
Duduk bersajak dalam satu tari,,
Menantang kelam kian kemari,,
Dimana dinda habiskan HAri,,
Sunguh hati tak sanggup berlari,,
Menata pandang tuk permaisuri,,
Punggung membungkuk mahar diberi,,
haha..
satui wajah teduh seri,,
Meski seribu apit bersenyum ngeri,,
Tiada sedih selepas hari,,
Semua negeri acungkan jemari,,
Meski teduh di bawah jerami...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar