MAtanya yang basah,,
Hatinya resah,,
Berkeluh kesah,,
Terlanjur menyerah,,
Duhai dinda berpipi merah,,
Dengarkan Aku berkisah,,
Tentang Sulaiman yang marah,,
HUd-hud mencari celah,,
Dan Bilqis bersinggasana mewah,,
Pintanya yang jadi mudah,,
Biar tenang hatimu yang gundah,,
Karena esok mestilah cerah,,
Tanpa harus selalu kalah...
Rabu, 23 Maret 2011
Senandung lagi
Benalu merambat pohon kenari,,
Dinda berpantun mengundang cari,,
Duduk bersajak dalam satu tari,,
Menantang kelam kian kemari,,
Dimana dinda habiskan HAri,,
Sunguh hati tak sanggup berlari,,
Menata pandang tuk permaisuri,,
Punggung membungkuk mahar diberi,,
haha..
satui wajah teduh seri,,
Meski seribu apit bersenyum ngeri,,
Tiada sedih selepas hari,,
Semua negeri acungkan jemari,,
Meski teduh di bawah jerami...
Dinda berpantun mengundang cari,,
Duduk bersajak dalam satu tari,,
Menantang kelam kian kemari,,
Dimana dinda habiskan HAri,,
Sunguh hati tak sanggup berlari,,
Menata pandang tuk permaisuri,,
Punggung membungkuk mahar diberi,,
haha..
satui wajah teduh seri,,
Meski seribu apit bersenyum ngeri,,
Tiada sedih selepas hari,,
Semua negeri acungkan jemari,,
Meski teduh di bawah jerami...
Langganan:
Komentar (Atom)
